Kamis, 10 Agustus 2023

GANBARAN DIRI MASA DEPAN

Diklat guru penggerak angkatan ke-7 sedang digelar saat ini. Kegiatan ini dimulai dengan tes awal penuh dengan tantangan. Dari proses itu tidak hanya menorehkan catatan teoritis dalam merubah paradigma pendidikan di masa depan. Tetapi catatan yang menggali potensi diri bahwa sudah sejauh mana bentuk aksi nyata para pendidik dalam mendesain, berproses, dan memproduksi nilai-nilai hidup masa depan anak bangsa.

“Roda pendidikan terus berputar mengitari waktu, menghiasi zaman kekinian yang penuh sensasi dan mulai merongrong kultus budaya lokal. Haruskah semua ini kita biarkan tanpa ada usaha dan ihtiar, serasa berdiam diri dalam keheningan?”

Beberapa saat diklat guru penggerak berjalan dengan filosofi pendidikan dari bapak bangsa yaitu Ki Hajar Dewantara telah memberikan banyak penghayatan tentang penanaman konsep dasar pendidikan. Tidak dipungkiri ternyata masih banyak nilai esensi pendidikan yang belum kita sadari sebagai pedoman untuk membangun pilar pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Pendidikan yang berorientasi pada profil pelajar pancasila (beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, mandiri dan bernalar kritis). 

Untuk itu sebagai “insan pendidikan yang professional” mulai tergerak, bergerak, dan menggerakkan dengan meningkatkan peran dan meresapi nilai guru penggerak (mandiri, kolaboratif, reflektif, inovatif dan berpusat pada peserta didik) mulai memperbaiki, menata proses dan menjalankan sesuai konsep MERRDEKA sebagai langkah kongkrit dalam memberikan perubahan ke arah yang lebih baik tanpa mengenyampingkan keberhasilan yang sudah baik sebelumnya.

Guru penggerak adalah pendidik yang memiliki kedudukan sama dengan yang lainnya bahkan bukan komunitas yang akan menggeser nilai dan peran struktural yang sudah berjalan, bukan tumpuan seolah-olah dipundak merekalah titian nasib pendidikan kedepannya. Tetapi guru penggerak adalah agen perubahan sebagai among/ pamong yang menata kembali proses menuntun laku anak, menciptakan kemerdekaan belajar, belajar sepanjang hayat yang berpusat pada anak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila.

Menurut Ki Hajar Dewantara dalam filosofi pendidikan bahwa anak dilahirkan ibarat kertas kosong yang sudah ada garis-garisnya tinggal kita memberikan pendidikan kepada mereka dengan menebalkan garis-garis pada kertas tersebut. Sehingga guru penggerak harus berperan maksimal dengan memperhatikan nilai guru penggerak yaitu; berpihak pada peserta didik, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif. Fenomena gunung es telah memberikan pencerahan bahwa hanya 12% pertumbuhan karakter yang nampak oleh kasat mata dan sekitar 81% yang tidak kelihatan. Ini berarti bahwa gambaran kepribadian manusia secara kodrat alam, hanya sebagian kecil kepribadian yang dibawa sejak lahir. Bilamana sebagian kecil dari kepribadian ini tidak mendapat tuntunan dan arahan dari kita sebagai pendidik maka mereka akan terus memperlihatkan sikap kepribadian mereka yang tidak punya landasan dan mudah dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Dalam peningkatan peran dan penerapan nilai guru penggerak saya lebih mengutamakan untuk memproyeksikan kegiatan-kegiatan yang bersifat mendidik yaitu penanaman karakter dan pembiasaan terhadap siswa. Apalagi dalam keadaan zaman saat ini dimana kebudayaan asing terus menggerus kebudayaan lokal, sehingga tidak heran bahwa banyak siswa saat ini yang meniru gaya pergaulan-pergaulan yang tidak mencerminkan adat dan kebudayaan kita sebagai orang timur.

Andaikan saya saudah menjadi guru penggerak dan berjalan sudah 3 tahun, maka banyak hal yang tentunya sudah berubah dilihat dari dimensi nilai guru penggerak. Waktu 3 tahun adalah waktu yang cukup lama, sementara dalam beberapa minggu disaat menulis tugas ini banyak potensi perubahan yang sudah mulai nampak, walaupun belum sepenuhnya penerapan nilai guru penggerak untuk dilakukan. Ada beberapa yang saya jadwalkan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan tupoksi saat ini di sekolah antara lain:

 a.      Sudah berjalan

  • Memfasilitasi kegiatan IMTAQ bersama guru PAI setiap hari Jum’at dan pelaksanaan sholat dhuha berjama’ah;
  • Mengawal kegiatan rutin olahraga (senam bersama) di hari sabtu bersama siswa dan guru;
  • Penciptaan pembiasaan siswa dengan berjabat salam di saat datang sekolah dan pulang sekolah;
  • Peningkatan kedisiplinan waktu proses KBM (Jam masuk kelas, keluar kelas, dan pulang dengan pemanfaatan Handphone sebagai media Bel sekolah dan kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan rutin yaitu Upacara pagi;
  • Pembiasaan siswa untuk hidup bersih dengan membersihkan halaman sekolah;
  • Peningkatan motivasi pembelajaran dengan desain pembelajaran yang menarik;
  • Mengkoordinir kegiatan OSIS dalam pemberdayaan siswa terkait dengan implementasi profil pelajar pancasila;
  • Mengawasi rekan guru dalam peningkatan disiplin melaksanakan tugas dengan mengikuti jadwal yang ditetapkan;

b.      Rencana jangka pendek

  • Mencoba proses pembelajaran dengan memanfaatkan handphone sebagai sarana (menggunakan aplikasi seperti google classroom/ google form) untuk menyelesaikan tugas rumah (3 kelas ajar sebagai pilot project);
  • Membangun sistim literasi melalui pemanfaatan koneksi (network) internet;
  • Membangun jaringan koneksi antar PC/ Laptop dengan kabel LAN untuk menunjang sistim informasi/ komunikasi pembelajaran (daring) dan persiapan pelaksanaan ANBK;
  • Menginisiasi/ memberdayakan kembali kegiatan ekstra kurikuler (Pramuka) setelah covid-19;
  • Merevisi dokumen kurikulum sekolah dan menyesuaikan visi misi sekolah yang terintegrasi  dengan profil pelajar pancasila;

 

c.       Kegiatan sesuai dengan kalender pendidikan

  • Membentuk panitia pelaksana Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil, menyiapkan adminsitrasi PTS seperti kartu soal, daftar nilai, absensi pengawas/ peserta;
  • Mengkoordinir kegiatan tabulasi/ input nilai oleh walikelas di aplikasi e-rapor yang bersinergi dapodik;
  • Mempersiapkan administrasi supervisi kinerja kepala sekolah;
  • Mempersiapkan MGMP sekolah dalam menyusun administrasi pembelajaran menyongsong semester genap;
  • Melaksanakan supervisi administrasi dan supervisi pembelajaran di kelas dengan berkoordinasi bersama pengawas bina;
Dokumentasi kegiatan
Pembiasan budaya positif










GANBARAN DIRI MASA DEPAN

Diklat guru penggerak angkatan ke-7 sedang digelar saat ini. Kegiatan ini dimulai dengan tes awal penuh dengan tantangan. Dari proses itu ti...